Papua Larang Masuk Hewan Berkuku Genap, Kenapa?
![]() |
| Sumber: Google |
Demi menjaga kesehatan masyarakat Papua, dinas pertanian dan pangan provinsi Papua, kini melaranghewan berkuku genap masuk ke Papua. Hal tersebut merupakan upaya pencegahan penyebaran virus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Cenderawasih.
Hal tersebut ditegaskan
oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Papua, Samuel Siriwa di
Jayapura. Tidak hanya melarang masuk, Pihaknya juga akan melakukan serologi
terhadap PMK di daerah sebaran
“Kami juga meningkatkan
biosekuriti di lokasi peternakan hewan berkuku genap, serta segera menempatkan
dokter hewan berwenang dan pejabat otoritas veteriner melalui keputusan kepala
daerah,” ucap kepala dinas pertanian dan provinsi.
Beliau juga menghimbau untuk
para pengusaha peternakan yang ada, agar melapor jika menemukan kasus kesakitan
atau kematian pada hewan ternak dengan disertai atau tanpa-tanda yang mengarah
pada PMK.
“Silahkan aktif melapor jika ada kasus, bahkan
kami akan membentuk posko pengaduan melalui WhatsApp Group provinsi dan
kabupaten/ kota,” katanya. Hal senasa disampaikan Dokter Hewan, Ririn Dirgahayu
Sitorus.
Dirinya mengatakan
langkah pencegahan masuknya PMK harus dilakukan sejak dini dengan melarang lalu
lintas hewan berkuku belah atau hewan berkuku genap yaitu sapi, kambing,
kerbau, dan domba.
Selain itu, melakukan
pembinaan kepada peternak agar paham terhadap ciri-ciri penyakit tersebut,
sehingga cepat melapor ke petugas jika ada menemukan kasus yang mengarah kepada
penyakit tersebut. “Kami juga akan melakukan surveilans terhadap hewan-hewan
yang ada di Papua guna pengawasan,” kata Ririn.
Adapun berikut jenis hewan berkuku genap yang dimaksud
adalah, sapi, kerbau, kambing dan domba.

Comments
Post a Comment